Aku susah tu terlelap malam ini
Fikiranku masih
tentang beberapa orang yang tak dapat
kutemui beberapa hari ni
Ingatanku masih bertemakan dinding dinding sejuk yang
menemani saat aku sepi
Tentang halaman luas berumput hijau yang tenang jika
dipandangi
Tentang pohon pohon penyejuk kala hati tak dapat berkompromi
Tak ada suara jangkrik yang bisa kudengar
Apalagi aroma khas bumbu dapur ala “nyonyaku”
Sama sekali tak terdeteksi oleh penciumanku
Malamnya indah
Bahkan bisa saja aku menikmati indah bulan
Keluar sebentar untuk bisa mendapatkan zona ternyamanku
Tapi tetap saja
Tak ada yang senyaman itu, sebetah aku berlama-lama duduk
lalu tidur,lalu santai,lalu bercengkrama,lalu diam,lalu……….Nyaman sekali,rumah………
Jarakku tak sejauh Jakarta-Rusia
Apalagi sedekat Monas-istana
Aku masih dalam perjuangan
Merantau itu seru, dulu menurutku
Namun tempat ternyamanku masih sama, ruang kotak kotak di
barat sana
Aku mengumpulkan rindu dan hanya bisa kuluapkan dalam 2
minggu masa tenggangku
Kejam ah, tak bisa kupercaya awalnya
Tapi bagaimana? Ini dunia yang sesungguhnya
Tak sedang bermimpi, aku kan? Buktinya, aku bertemu orang
yang berbeda dari zamanku sebelumnya
Hmm, apa kabar orang-orang disana?
Masih bisakah kita bercanda ria seperti dulu, seperti
sebelum kita terpisah beratus kilometer.
Ah, lebay memang.
Tapi aku rindu
Orang-orang disana, suasana disana.
Cuma rindu, yah Cuma rindu, seenteng itu? Tidak, sungguh aku pilu menahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar