Selasa, 18 Oktober 2016

#MYSTORY8 Sebenarnya-berharap-

Sebenarnya aku merindukanmu
Paras biasa berhati sejuk bermata teduh selalu menenangkan
Yang dulunya sering bertatap namun tak mampu lama karena kalah
Ragu menggunakan kata kita karena memang rancuh jika di dengar
Seperti ada makna yang berbeda

Menatapmu sekarang dari kejauhan, jauh sekali
Berbincang sesekalipun kaku, namun senang, bahagia sekali rasanya kemarin itu
Kemarin? Sepertinya terlalu cepat . Dulu, ya dulu
Memperhatikan setiap apa yang kau unggah
Dan jika kau tahu itu sangat menggugah perasaanku
Ingin sekali berkomentar atau menyapa hai tapi malu
Apalagi berkata rindu, ah untuk apa kan,bagimu? Karena bukan siapa-siapa?

Aku ingin mendengar kau mengucapkan hal yang sama-seperti kemarin-
Itu hanya harapanku, hanya alibiku
Padahal sebenarnya aku rindu
Tak apa-apa kau bercerita tentang siapapun itu-sekalipun itu akan menyakitkan perasaanku-
Karena  bukan ceritamu yang menjadi fokusku-tapi caramu

Mengenai hal-hal yang kau tanyakan beberapa waktu lalu-namun aku tidak mengerti maksudnya-
Ada harapan yang besar dari perasaanku-sebenarnya
Tapi begitu,mungkin kau tak terlalu tahu sifatku
Tidak  tahu pengharapanku
Lalu waktu membawanya begitu saja –mungkin sampai kau lupa
Sampai kau tidak sadar apa tujuanmu sebenarnya
Padahal aku penasaran
Padahal aku ingin bercanda bercerita lebih lama
Namun semuanya menghilang
Kabarmupun aku tak tahu
Apa sebenarnya kau rapuh dibalik semua hal yang kau unggah
Aku ingin tahu

Mulailah-mungkin aku bisa bertanya kabar sebagai pendahulu-


Menjelang Maghrib
H-13 UTS
Bintaro, 18 Oktober 2016

Selasa, 11 Oktober 2016

#MYLIFE4 Rumit,Berat..

Beruntung kamu pernah dicintai seseorang dengan tulus, dimengerti dengan bijak. Bukan sekedar omongan, lalu kamu ditinggal tanpa jejak. Bersyukurlah karena kamu, pernah  disayangi dengan perasaan , bukan hanya perbuatan ataupun hanya perlakuan.
Lalu aku terfikir, tentang kejadian orang-orang disekelilingku . Bagaimana acuhnya mereka menghadapi seseorang yang dengan tulus menerimanya? Acuh karena “fisiknya tak sesuai dengan apa yang dinginkan”, “derajatnya tak sesuai dengan apa yang keluarganya harapkan”, “Pendidikannya(kalau ini sepertinya memang agak sensitive) tak sebanding dengan dia yang sudah melanglang buana ke beberapa Negara”. Mungkin cinta memang serumit ini(?) tidak munafik memang, alamiahnya manusia ingin mencari yang terbaik diantara yang baik. Tapi, sesungguhnya aku masih bingung? Atas dasar apa sebenarnya manusia menerapkan bermacam kriteria untuk mencari yang sempurna? Berat berat berat
Tenang, aku menulis semua tulisanku ini bukan karena aku sedang mengalami semuanya,bukan. Terkadang aku melihat kejadian di sekelilingku dan mendengar cerita teman-temanku yang sering mengadu, dan geram ingin berkomentar?
Satu hal juga yang mengorek rasa penasaranku. Dengan banyak pernyataan “semua cowok itu sama aja ”- maka atas dasar apa? Aku belum menemukan jawaban yang tepat. Lantas, apakah cewek juga sama aja? (aku tidak pro ke pihak manapun!tidak!)
Berat,rumit,memang.
Kenapa begitu mudah meninggalkan padahal untuk mendapatkannya perlu perjuangan?
Kenapa begitu mudah mendapat yang baru sedangkan hubungan dengan sang mantan belum juga mendapat kata perdamaian?
Semudah itukah kau mendapatkan “kenyamanan”-alasan yang kau gadang-gadangkan ketika meninggalkan seseorang-
Yhaaaa, itu yang dinamakan siklus. Bertemu-suka-jadian-nyaman-bosan-tinggalkan! Ah, lucu yhaaa !!

Bintaro,11 Oktober 2016
-dengan perasaan senang karena besok masuk 07.30-LOLS!


Sabtu, 01 Oktober 2016

#MYSTORY7 aku,sendiri,sepi

Sepi aku sendiri
Berharap hujan datang lagi
Membunuh semua kekecewaan
Menghapus semua luka yang tak seharusnya ada

Sendiri aku sepi
Menikmati malam yang masih panjang
Memikirkin hati yang tak kunjung berimbang
Mengingat semua kisah yang sudah lama usang

Aku sepi sendiri
Tenggelam dalam peraduan malam
Tergerus problematika perasaan
Tersakiti oleh perbuatan yang sendirinya kuciptakan


Bintaro,02 oktober 2016