Beruntung kamu pernah dicintai seseorang dengan tulus,
dimengerti dengan bijak. Bukan sekedar omongan, lalu kamu ditinggal tanpa
jejak. Bersyukurlah karena kamu, pernah
disayangi dengan perasaan , bukan hanya perbuatan ataupun hanya
perlakuan.
Lalu aku terfikir, tentang kejadian orang-orang
disekelilingku . Bagaimana acuhnya mereka menghadapi seseorang yang dengan
tulus menerimanya? Acuh karena “fisiknya tak sesuai dengan apa yang dinginkan”, “derajatnya
tak sesuai dengan apa yang keluarganya harapkan”, “Pendidikannya(kalau ini
sepertinya memang agak sensitive) tak sebanding dengan dia yang sudah
melanglang buana ke beberapa Negara”. Mungkin cinta memang serumit ini(?)
tidak munafik memang, alamiahnya manusia ingin mencari yang terbaik diantara
yang baik. Tapi, sesungguhnya aku masih bingung? Atas dasar apa sebenarnya
manusia menerapkan bermacam kriteria untuk mencari yang sempurna? Berat berat
berat
Tenang, aku menulis semua tulisanku ini bukan karena aku
sedang mengalami semuanya,bukan. Terkadang aku melihat kejadian di sekelilingku
dan mendengar cerita teman-temanku yang sering mengadu, dan geram ingin
berkomentar?
Satu hal juga yang mengorek rasa penasaranku. Dengan banyak
pernyataan “semua cowok itu sama aja ”- maka atas dasar apa? Aku belum
menemukan jawaban yang tepat. Lantas, apakah cewek juga sama aja? (aku tidak
pro ke pihak manapun!tidak!)
Berat,rumit,memang.
Kenapa begitu mudah meninggalkan padahal untuk
mendapatkannya perlu perjuangan?
Kenapa begitu mudah mendapat yang baru sedangkan hubungan
dengan sang mantan belum juga mendapat kata perdamaian?
Semudah itukah kau mendapatkan “kenyamanan”-alasan yang kau
gadang-gadangkan ketika meninggalkan seseorang-
Yhaaaa, itu yang dinamakan siklus. Bertemu-suka-jadian-nyaman-bosan-tinggalkan!
Ah, lucu yhaaa !!
Bintaro,11 Oktober 2016
-dengan perasaan senang karena besok masuk 07.30-LOLS!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar