Kamis, 09 Maret 2017

#MYLIFE5 Takut Menjadi Dewasa Tak Berguna



Note : Tulisan ini tidak menyindir siapa-siapa. Hanya mencoba menulis apa yang difikirkan. Mencoba menyadarkan (terutama diriku sendiri) tentang fenomena zaman sekarang…….

Mencoba untuk menyadari bahwa tahun ini benar benar berkepala dua, dimana babak baru akan dimulai. Mencoba menjadi dewasa dan mulai berfikir jernih tentang apa yang akan aku lakukan setelah ini dan apa yang telah aku capai selama 20 tahun ini(nanti, sekarang belum genap).
            Kekhawatiranku bermula ketika aku membuka beberapa media social,  melihat beberapa anak muda yang membagikan beberapa cerita mulai dari mereka lagi dimana berbuat apa sampai beberapa tag2an yang menandakan mereka sedang bersama siapa. Ada yang kukenal beberapa dari mereka yang membagikan postingan tersebut. Ada yang kutahu bahwa mereka aktif di beberapa organisasi, ada juga mereka yang hobby kesana kemari mencari sesuatu entah apa itu, ada yang membagikan berita padahal dia sendiri tidak mengerti apa yang ada di berita tersebut, ada yang komen “cantik kak”, “taken by”, atau bahkan berkomentar yang sama sekali tidak sesuai dengan foto(kalau kata anak sekarang : nirfaedah) ,ada juga yang memakai identitas palsu bahwa mereka sebenarnya tidak seperti apa yang mereka tampilakan di media social.
            Oh ya, pasti kalian yang mengaku update pasti tau atau mungkin hafal dong dengan lagu “panj*t sosia*” . kalau diperhatikan liriknya, punya moral value tersendiri loh. Sebagai sindiran tentang bagaimana anak sekarang, tentang pencitraan, dan tentang fenomena anak sekarang . Sebenarnya apa sih yang kita harapkan dari ke-update-an tersebut? Status? Orang-orang juga tidak menilai kita dari apa yang kita lakukan di media social loh, tidak efektif kalau hal tersebut dijadikan indeks penilaian(sama halnya dengan kalian menilai bahwa hubungan satu pasangan itu romantic hanya dari foto).
            Dibalik cerita-cerita tersebut, aku(yang termasuk juga pengguna media social) berfikir dan merasa takut jika aku menjadi dewasa yang tak berguna. Takut menjadi seorang mahasiswa kuliah-medsos, kuliah-medsos. Hehehe ,gak lucu juga sih ya. Tapi aku mengakui, ada kekhawatiran dalam diriku tentang kita(entah masih bisa disebut ABG  atau tidak). Tentang bagaimana kita dapat bermanfaat untuk orang lain, bagaimana kita berkontribusi terhadap hal-hal kecil di sekitar kita. Hanya merasa takut jika nanti menjadi tua yang membosankan tanpa pengalaman karena terlena akan keterbukaan media, terlena akan kemudahan jaringan, dan mungkin terlena akan teman. Apalah apalah…..

                                                                                                            Bintaro, 9 Maret 2016

                                                                                                                    -anak 90’an-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar