Note : Tulisan ini tidak menyindir siapa-siapa.
Hanya mencoba menulis apa yang difikirkan. Mencoba menyadarkan (terutama diriku
sendiri) tentang fenomena zaman sekarang…….
Mencoba
untuk menyadari bahwa tahun ini benar benar berkepala dua, dimana babak baru
akan dimulai. Mencoba menjadi dewasa dan mulai berfikir jernih tentang apa yang
akan aku lakukan setelah ini dan apa yang telah aku capai selama 20 tahun
ini(nanti, sekarang belum genap).
Kekhawatiranku bermula ketika aku
membuka beberapa media social, melihat
beberapa anak muda yang membagikan beberapa cerita mulai dari mereka lagi
dimana berbuat apa sampai beberapa tag2an yang menandakan mereka sedang bersama
siapa. Ada yang kukenal beberapa dari mereka yang membagikan postingan
tersebut. Ada yang kutahu bahwa mereka aktif di beberapa organisasi, ada juga
mereka yang hobby kesana kemari mencari sesuatu entah apa itu, ada yang
membagikan berita padahal dia sendiri tidak mengerti apa yang ada di berita
tersebut, ada yang komen “cantik kak”, “taken by”, atau bahkan berkomentar yang
sama sekali tidak sesuai dengan foto(kalau kata anak sekarang : nirfaedah) ,ada
juga yang memakai identitas palsu bahwa mereka sebenarnya tidak seperti apa
yang mereka tampilakan di media social.
Oh ya, pasti kalian yang mengaku
update pasti tau atau mungkin hafal dong dengan lagu “panj*t sosia*” . kalau
diperhatikan liriknya, punya moral value tersendiri loh. Sebagai sindiran
tentang bagaimana anak sekarang, tentang pencitraan, dan tentang fenomena anak
sekarang . Sebenarnya apa sih yang kita harapkan dari ke-update-an tersebut?
Status? Orang-orang juga tidak menilai kita dari apa yang kita lakukan di media
social loh, tidak efektif kalau hal tersebut dijadikan indeks penilaian(sama
halnya dengan kalian menilai bahwa hubungan satu pasangan itu romantic hanya
dari foto).
Dibalik cerita-cerita tersebut,
aku(yang termasuk juga pengguna media social) berfikir dan merasa takut jika
aku menjadi dewasa yang tak berguna. Takut menjadi seorang mahasiswa
kuliah-medsos, kuliah-medsos. Hehehe ,gak lucu juga sih ya. Tapi aku mengakui,
ada kekhawatiran dalam diriku tentang kita(entah masih bisa disebut ABG atau tidak). Tentang bagaimana kita dapat
bermanfaat untuk orang lain, bagaimana kita berkontribusi terhadap hal-hal
kecil di sekitar kita. Hanya merasa takut jika nanti menjadi tua yang
membosankan tanpa pengalaman karena terlena akan keterbukaan media, terlena
akan kemudahan jaringan, dan mungkin terlena akan teman. Apalah apalah…..
Bintaro,
9 Maret 2016
-anak 90’an-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar